“Perilaku Elit dan Masa Depan Demokrasi”


Indonesia sudah dikenal dunia intenasional merupakan salah satu Negara yang menganut demokrasi yang kuat karena Indonesia sudah menjalankan hal-hal yang menjadi ciri khas Negara demokrasi. Idealnya kita tau bahwa demokrasi adalah mekanisme system pemerintahan suatu Negara sebagi upaya mewujudkan kedaulatan rakyat (kekuasaan warga negara) atas Negara untuk dijalankan oleh pemerintah Negara tersebut. Kita tau bahwa salah satu pilar demokrasi adalah prinsip trias politica yang mebagi ketiga kekuasaan politik Negara (eksekutif, yudikatif dan legislatif) untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga Negara yang saling lepas  (independen). Ketiga jenis lembaga Negara tersebut adalah lembaga pemerintah yang meiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang bewenang menyelenggarakan kekuasaan yudikatif dan lembaga perwakilan rakyat yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislative. Dalam system demokrasi keputusan legislative dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja atau bertindak sesuai aspirasi rakyat yang diwakilinya.
Gejala belakangan ini Negara kita justru jauh dari nilai-nilai yang demokrasi terutama kita lihat pada perilaku elit politiknya yang mengancam demokrasi. Demokrasi seharusnya mampu meningkatkan kualitas kesejahteraan, keadilan dan rule of low. Tetapi yang pada kenyataanya demokrasi yang berlangsung hanya menguntungkan kaum elit yang memiliki akses terhadap kekuasaan. Sementara masyarakat masih saja melarat, angka kemiskinan makin meninggi yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin. Meski alokasi anggaran public untuk mengentaskan kemiskinan naik berlipat tapi yang ada malah dikorupsi para elit yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi timpang seperti ini masih terjadi terutama karenan disebabkan minimnya pemahaman demokrasi substansial. Banyak sudah perubahan kelembagaan dilakukan namun demokrasi yang ada belum mampu membuat masyarakatnya sejahtera. Banyak sudah program-program yang dirancang katanya untuk kepentingan rakyat tapi kenyataan yang ada malah membuat rakyat semakin menderita. Demokrasi tidak berhasil menjadikan sumberdaya public terdistribusi, tapi malah menjadi lahan bagi kalangan elit politik untuk mengakumulasi kekayaan.sungguh sangat ironis tapi itulah kenyataan yang terjadi elit sendiri yang menodai nilai-nilai demokrasi
Tidak adanya niat yang tulus (pelaku elit) untuk menyejahtarakan rakyat terlihat dari program-program yang diatasnamakan untuk menyejahterakan rakyat,tapi tujuan utamanya bukanlah itu tapi itu hanya cara bagaimana para elit bisa mengeruk keuntungan bagi pribadinya dan kelompoknya saja
Dalam pengangaran dana publikpun tak lepas juga dari kepentingan para elit politik, maka tak mengherankan meski anggaran untuk pendidikan cukup tinggi namun setelah diselediki lagi ternyata alokasi terbesarnya diperuntukkkan untuk membiayai pegawai ketimbang membangun sarana pendidikan seperti sekolah yang amruk dan rusak parah. Partisipasi warga dalam perencanaa pembangunan hanya penghias pembangunan saja (kalu dittany palapeh tanyo se) artinya masyarakat tidak benar2 dilibatkan secara langsung dan lagi2 hal ini sangat bertentangan dengan demokrasi..
Demokrasi Indonesia lebih dibajak oleh para elit politik sehingga kehilangan jati diri. Saat ini demokrasi sangat diagung-agungkan , namun proses demokrasi itu sendiri membuat rakyat kecewa. Demokrasi yang seharusnya dijadikan metode untuk mewujudkan keadilan justru menjadi tujuan . sedangkan factor keadilan diabaikan.
Gambaran suram ini harus dilihat sebagai peringatan bahwa proses demokrasi yang ada di Indonesia harus segera diperbaiki agar para elit demokrasi itu sendiri tidak menodai demokrasi. Jangan nama demokrasi saja yang tinggal sedangkan pelaku elitnya tidak mencerminkan demokrasi.
Demokrasi seharus dapat memberi arti bagi masyarakat ,jika demokrasi dirasa tidak memberi makna kepada masyarakat maka masyarakatpun akan kecewa akan hal tersebut dan demokrasi jadi macet. Dan demokrasipun otomatis akan terancam karena masyarakatpun merasa apa gunya demokrasi yang ada masyarakat semakin menderita dan tidak mersakan mammfaatnya tapi yang ada malah menguntungkan bagi pihak-pihak elit saja yang mempunyai kekuasaan .
Barisan elit yang selama ini sarat dosa dan dusta , semoga segera sadar bahwa bangsa dan Negara tidak boleh dibirkan semakin rusak akibat elit yang tak bertanggungjawab.

Komentar

  1. waaah hebat tulisannya... luar biasa,.. biasanya mah nulisnya becandaan doang,hehehe.. mudah2an nanti banyak generasi baru yang menjadi pemimpin yang amanah, lestari zubir salah satunya.. ! :)

    BalasHapus
  2. amin,,,hehe jd malu
    makasi :) kan kmren2 baru blajar ngblog gak tau jg mau nulis apa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer