ETIKA POLITIK DALAM MASYARAKAT MODERN


PENDAHULUAN
Berbicara etika politik  kita kita tidak terlepas dari aturan-aturan, moral, tradisi, kebiasaan, tata aturan, pantas tak pantas. Akhir-akhir ini kalau kita perhatikan kasus-kasus yang berhubungan dengan bablasnya moral dan etika para elit politik sudah menjadi santapan sehari-hari kita, dan sudah seperti kasus yang biasa saja.
Ketika elit dan penguasa terpilih menjadi pemimpin negara etika merekapun seketika langsung luntur, dan mereka seolah-oleh bebas melakukan apa saja yang mereka inginkan. Mereka bisa melakukan apapun untuk mencapai tujuan walaupun cara mereka salah.
Dalam masyarakat modern seharusnya rakyat sudah bisa memilih pemimpin sesuai dengan kapasitas  dan kualitas, ibarat pepatah meletakkan sesuatu pada tempatnya agar pemimpin yang mereka pilih  terhindar dari tindakan menyimpang karena yang mereka pilih  telah sesuai dengan bidangnya  dan semestinyalah lebih tau akibat baik-buruk dari tindakan yang mereka lakukan.

 
PEMBAHASAN
A.    Etika Politik
Sebelum membahas etika politik, perlu digaris bawahi tentang pengertian etika. Disamping itu, juga perlu diketahui pengertian moral. Kata moral berasal dari bahasa latin mores. Mores berasal dari kata mos yang berarti kesulilaan, tabiat, atau kelakuan. Demikian, moral bias di artikan sebagai ajaran kesusilaan. Moralitas berarti hal mengenai kesusilaan. Yang membuat ajaran baik-buruknya perbuatan dan kelakuan. Dari asal katanya bias di tarik kesimpulan bahwa moral mempunyai pengertian yang sama dengan kesusilaan, yang membuat ajaran tentang baik buruknya perbuatan jadi perbuatan di nilai sebagai perbuatan yang baik atau perbuatan yang buruk.
Sementara itu, istilah etika berasal dari kata latin Ethic. Dengan demikian, ethic berarti kebiasaan, yang di maksud dengan baik atau buruk dalam hal ini yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat atau tidak, meskipun kebiasaan masyarakat akan berubah sejalan dengan perkembangan masyarakat, etika dengan sendirinya bisa di artikan sebagai ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang jahat. Etika sendiri sering digunakan dengan kata moral, susila, budi pekerti dan akhlat. Etika juga dikaitkan dengan tata aturan dan pantas atau tidak pantas.
Etika dan moral tidak dapat dipisahkan karena seseorang yag melanggar etika berarti orang tersebut juga dikatakan telah melanggar moral
Etika politik ialah cabang dari filsafat politik. Oleh karna itu baik buruknya perbuatan atau perilaku politik yang dinilai dalam rangka elit politik penilaiannya berdasarkan filsafat politik yang bersangkutan.
Etika politik tidak hanya masalah perilaku politikus. Ia berhubungan juga dengan praktik institusi social, politik, ekonomi. Etika politik memiliki tiga dimensi: tujuan, sarana, dan aksi politik itu sendiri.
Perilaku politikus hanya salah satu dimensi etika politik. Kehendak yang baik perlu ditopang institusi yang adil. Kehendak yang baik berfungsi mempertajam makna tanggungjawab, sedangkan institusi  (hukum, aturan, kebiasaan, lembaga sosial) berperan mengorganisir tanggungjawab
Etika politik mengandung aspek individual dan sosial. Di satu pihak, etika politik sekaligus adalah etika individual dan etika sosial: etika individual karena membahas kualitas moral pelaku, etika social karena merefleksikan masalah hukum, tatanan sosial, dan institusi yang adil. Dilain pihak, etika politik sekaligus etika institusional dan etika keutamaan

B.     Masyarakat Modern
Masyarakat modern adalah masyarakat yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke kehidupan dalam peradaban masa kini. Pada umumnya masyarakat modern tinggal di daerah perkotaan, sehingga disebut masyarakat kota. Namun tidak semua masyarakat kota tidak dapat disebut masyarakat modern, sebab ada juga orang kota yang tidak memiliki orientasi ke masa kini.
Faktor-faktor yang Mendorong Perubahan Masyarakat Menjadi Masyarakat yang Modern
·         perkembangan ilmu
·         perkembangan teknologi
·         perkembangan industri
·         perkembangan ekonomi
Gejala-gejala Modernisasi
·  adanya penemuan dan pembaharuan unsur teknologi baru yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat.
·  meningkatnya produktivitas ekonomi dan efisiensi sumber daya yang tersedia, serta pemamfaatan SDA yang memperhatikan kelestarian alam sekitar.
·    adanya system pemerintahan perwakilan yang demokratis, pemerintah yang diawasi dan dibatasi kekuasaanya, dihormati hak-hak asasinya serta dijaminnya hak-hak sosial.
·    adanya pengembangan nalar (rasio) dan kebahagiaan kebendaan (materi), yang pada akhirnya akan menimbulkan paham sekularisasi dan sekularisme.
Ciri-ciri Masyarakat Modern
·         Hubungan antar manusia terutama didasarkan atas kepentingan-kepentingan pribadi.
·      Hubungan dengan masyarakat lain dilakukan secara terbuka dengan suasana yang saling memepengaruhi
·  Kepercayaan yang kuat akan Ilmu Pengetahuan Teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
·  Masyarakatnya tergolong ke dalam macam-macam profesi yang dapat dipelajari dan ditingkatkan dalam lembaga pendidikan, keterampilan dan kejuruan
·         Tingkat pendidikan formal pada umumnya tinggi dan merata.
·         Hukum yang berlaku adalah hukum tertulis yang sangat kompleks
·       Ekonomi hamper seluruhnya merupakan ekonomi pasar yang didasarkan atas penggunaan uang dan alat-alat pembayaran lain.
Tantangan Kebudayaan Masyarakat Modern
·         Kebudayaan Modern Tiruan
·         Bagaimana Memberi Makan, Sandang, dan Rumah
·         Masalah Pendidikan yang Tepat
·         Mengejar Kemajuan Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
·         Kondisi Alam Global
Dampak Negatif dari budaya Masyarakat Modern
·         Penyalahgunaan media teknologi
·          Timbulnya praktek-peraktek curang
·         Sekularisasi
·         Liberalisme
·         Pluralisme

Kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, munculah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.

C.     Etika Politik Masyarakat Modern
Masyarakat modern seharusnya sudah bias memilih para elitnya sesuai dengan kapasitas dan kualitas tidak hanya terjebak dengan kefiguran seperti artis saja, tetapi benar-benar punya integritas dalam membangun negaranya. Oleh karena itu elit yang dipilih harus benar-benar tahu dan paham bidangnya agar tidak terjadi hal-hal yang menyimpang. Sebagai masyarakat modern tentunya mereka juga tau dan selektif dalam memilih figur pemimpin yang benar-benar bisa memperjuangkan nasib mereka.
Tapi yang kita temui di negara kita malah sebaliknya sehingga tak heran jika akhir-akhir ini banyak calon kepala daerah maupun wakil rakyat yang hanya mengumbar popularitas untuk mendapat posisi-posisi yang seharusnya diisi oleh yang benar-benar memiliki kapasitas untuk dapat mengatasi masalah negeri ini yang rumit.
Di lihat dari perilaku para elitnya dapat kita lihat elit-elinya mementingkan kepentingan pribadi atau kelompok bukan kepentingan rakyatnya seperti yang dijanjikan, mereka menghalalkan segala cara untuk mendapatkan yang diinginkan walaupun cara yang mereka lakukan salah, demokrasipun tinggal nama saja.
Rakyat baru menyadari mereka salah pilih ketika mereka telah selesai milih dan merasakan sendiri akibatnya, seketika baru mereka merasa kesal atas apa kesalahan yang dilakukan, mau apalagi nasi sudah jadi bubur. Tapi diharapkan tentunya mereka bisa belajar dari kesalahan yang telah lewat tapi nyatanya untuk sebagian orang tetap juga ada yang memilih dan mau jatuh di lubang yang salah untuk kedua kalinya  karena mereka tidak berfikir kedepan layaknya masyarakat modern. Apa hendak dikata realitanya kebanyakan seperti itulah rakyat kita, tapi kita juga tidak boleh menyerah karena tidak semuanya masyarakat kita seperti itu masih bayak juga yang telah sadar jadi walaupun setahap-demi setahap kita tetap berusaha mengedepankan etika dan moral kita dalam memilih dan tentunya orang yang dipilihpun harus beretika dan mereka memang layak untuk dipilih .
 
KESIMPULAN
Negara kita yang dikenal dengan negara demokrasi dan semestinyalah negara kita bisa menghasilkan elit yang berkualitas, tapi yang terjadi di negara kita malah sebaliknya elit yang korup sama banyaknya dengan elit yang benar-benar memperjuangkan kesejahteraan rakyatnya. Demokrasi di negara kita seperti demokrasi yang kebobolan, yang terjadi kebebasan yang sebebebas-bebasnya yang ada malah demokrasi yang bertentangan dengan nilai Pancasila sehingga demokrasipun gagal menciptakan kondisi yang teratur dalam masyarakat.
Perilaku elit di negara kita tentunya tak lepas dari etika individu-individunya, elit di negara kita banyak yang tidak sabar dengan proses sehingga banyak menghasilkan koruptor-koruptor, elit yang malas, agar cepat kaya mereka menggunakan jalan pintas saja untuk mencapai tujuan mereka, mereka tidak segan-segan menggunakan cara salah yang jelas tujuan mereka tercapai.
Seharusnya dalam masyarakat modern rakyat sudah bisa memilih elitnya sesuai dengan kapasitas dan kualitas sehingga masyarakat tidak terjebak dengan kefiguran tokohnya. Karena para elit sudah dipilih berdasarkan kapasitasnya diharapkan para elit benar-benar mengabdi dan bekerja untuk rakyat, mereka tidak hanya simbol saja.

Komentar

Postingan Populer